Tempat mana yang paling berhubungan dengan kata Bondowoso

Toko Bondowoso Online

Silahkan PIlih Barangnya

Setubuhi Anak Tetangga, Masuk Bui

27 April, 2010

BONDOWOSO - Sasmito, 35, harus menanggung perbuatannya dengan mendekam di tahanan Mapolres Bondowoso. Warga Dusun Binong, Desa Tegaljati, Kecamatan Sumberwringin, ini ditangkap polisi Sabtu malam (24/4), dengan tuduhan membawa lari dan menyetubuhi anak di bawah umur bernama Bunga (bukan nama sebenarnya), 14 warga setempat.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Bambang Setiawan, melalui Kaur Binops I Reskrim Ipda Suyitno mengatakan, perbuatan bejat pelaku terungkap dari laporan keluarga korban pada 18 Oktober 2009. Atas laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah saksi. "Dari penyelidikan dan penyidikan para saksi dan hasil visum korban, akhirnya diduga kuat pelakunya adalah Sasmito," katanya.

Meski begitu, tidak mudah bagi polisi menangkap pelaku. Sebab, pelaku menyembunyikan diri, begitu polisi menetapkan dia sebagai yang membawa lari dan menyetubuhi korban Bunga. "Tapi, polisi terus memburu dan mengintai keberadaan pelaku sejak dia diduga kuat pelaku yang membawa lari dan menyetubuhi anak di bawah umur itu," jelas Suyitno.

Buktinya, setelah setengah tahun diburu, akhirnya polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya Sabtu malam (24/4). Berdasar catatan polisi, pelaku melakukan perbuatan bejat terhadap korban Bunga yang masih duduk di bangku SMP pada 17 Oktober 2009 pukul 22.00 di rumahnya di Dusun Binong, Desa Tegaljati, Kecamatan Sumberwringin.

Dengan rayuan dahsyatnya, pelaku berhasil membujuk dan membawa lari korban menginap di rumahnya. Saat itulah, pelaku melakukan perbuatan bejat kepada korban dan mengancam korban tidak memberi tahu kepada keluarganya.

Namun, ancaman pelaku tidak membuat takut korban memberitahukan peristiwa nahas yang menimpanya kepada orang tua dan kerabat keluarganya. Tidak terima anaknya diberlakukan tak senonoh, orang tua dan kerabat keluarga korban, melaporkan ke polisi. Setelah kasusnya ditangani polisi, pelaku memilih menyembunyikan diri dan baru berhasil ditangkap Sabtu malam (24/4). (ido)

Read More...

Jatuh dari Lantai Dua, PRT Terluka


BONDOWOSO - Seorang PRT (pembantu rumah tangga) bernama Yani, 20, warga Desa Mandiro , Kecamatan Tegalampel, yang bekerja di rumah milik majikannya, di Jalan Kenitu Kelurahan Tamansari, ketiban apes. Senin kemarin, saat menjemur pakaian majikannya di lantai dua, dia terpeleset jatuh.

Akibatnya, korban mengalami cedera pada kepala dan kakinya. Saat itu juga korban segera harus dilarikan ke IGD dr Koesnadi Bondowoso.

Korban yang masih sadar itu menyatakan kepada RJ, saat itu hujan cukup deras. Sementara lantai di panggung milik majikannya licin. "Saat itu saya mau mengemasi jemuran," katanya.

Namun karena terburu-buru dan takut baju majikannya basah, dia langsung berlari ke lantai dua. Namun dia terpeleset dan jatuh. "Saya langsung terjun bebas ke lantai bawah," katanya.

Karuan saja, dia mengalami luka pada bagian kepala dan kaki. "Untungnya, hanya luka ringan. Kaki tidak patah. Kepala hanya cedera ringan," katanya.

Sementara itu, dr Ita dari IGD dr Koesnadi menyatakan, luka yang diderita korban tergolong ringan. "Makanya sudah diperbolehkan pulang," katanya. (eko)
sumber: radar jember

Read More...

249 Siswa Tidak Lulus UN

Siap Mengikuti Terapi Psikologi

BONDOWOSO - Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Dispendik) Drs Putut Rijatmiko mengatakan, dari 249 siswa SMK/SMA/MA yang dinyatakan harus mengulang (tidak lulus) ujian nasional (UN), harus diikutkan terapi psikologis ke guru BK (Bimbingan Karir).

Sebab jika tidak, dikhawatirkan mereka down atau jatuh mental (stres). "Oleh sebab itu, kami minta para guru BK di masing-masing sekolah untuk melakukan terapi mental kepada murid-muridnya yang akan ikut ujian susulan pada Mei mendatang," katanya.

Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti rasa bersalah dan putus asa hingga menimbulkan stres. "Kami tidak ingin mereka putus asa. Sebaliknya, kami berharap mereka berbesar jiwa untuk menghadapi ujian ulangan," katanya.

Oleh sebab itu, guru BK diharapkan turun tangan mengatasi muridnya yang gagal UN. "Mereka harus dibimbing. Jangan, sampai hilang konsentrasi dalam menghadapi ujian ulang," katanya.

Selain itu, Putut menjelaskan bahwa bagi pelajar kelas XII, yang akan menghadapi ujian ulangan, punya kabar berita bagus. Sebab, nilai UN yang akan diambil atau ditulis dalam ijazah adalah nilai tertinggi. "Jika kali ini tidak lulus, misalkan nilainya 4 untuk sebuah mata pelajaran UN, lalu ia mengulang dan mendapatkan nilai 9, maka yang diambil atau ditulis dalam ijazah adalah nilai 9. Bukan yang empat," katanya.

Selain itu, Putut menjelaskan, jebloknya para siswa dalam UN 2010 ini, ada pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. (eko)

Read More...

Belasan Embung Sudah Dinormalisasi

26 April, 2010

Antisipasi Dinas Pengairan Hindari Kekurangan Air Irigasi

BONDOWOSO - Dinas Pengairan Bondowoso melakukan antisipasi dini menjaga ketersediaan air tanah menghadapi datangnya musim kemarau tahun ini. Buktinya, mereka sudah melakukan normalisasi 15 embung atau waduk kecil dari total 21 embung di sejumlah kecamatan di Bondowoso.

Kepala Dinas Pengairan Bondowoso, Supriyadi mengatakan, normalisasi 15 embung, itu dilakukan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, yakin 2008 dan 2009. Pada 2008, dinas pengairan melakukan normalisasi delapan embung dan 2009 normalisasi 7 embung dari total 21 embung di Bondowoso. "Jadi, tinggal enam embung yang belum dilakukan normalisasi. Rencananya, enam embung ini dinormalisasi tahun ini," katanya.

Normalisasi tersebut, menurut Supriyadi, bertujuan menjaga persediaan air tanah agar tidak mengalami kekurangan air saat musim kemarau tahun ini tiba. Dengan begitu, masyarakat diharapkan tidak khawatir kekurangan air, untuk pengairan lahan pertanian maupun kebutuhan hidup sehari-hari. "Karena, normalisasi embung, tujuannya memfungsikan kembali embung menampung air berlebihan saat musim hujan agar tidak terbuang percuma. Sehingga saat musim kemarau tiba, dapat mencegah berkurangnya debit air tanah," jelasnya.

Saat musim kemarau tiba, kata dia, masyarakat yang tinggal sekitar embung tidak kekurangan air untuk lahan pertanian dan keperluan hidup sehari-hari. Sebab, dengan memfungsikan kembali embung, pihaknya dapat memetakan daerah kekurangan air dan daerah kelebihan air.

Ke-15 embung yang dinormalisasi selama kurun waktu 2008-2009 tersebar di sejumlah kecamatan di Bondowoso. Di antaranya, embung Tegalampel, Pecalongan Tlogosari, Sukokerto Pujer, Wonokusomo Wonosari, Kabuaran Grujugan, dan embung Sumberkemuning Tamanan. (ido)

Read More...

Siswa SMKN 1 Prajekan Juara 1 Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Se-Jatim

Mahir Kawinkan Lele, Raih Poin Sempurna

Dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) antar pelajar SMK se-Jawa Timur yang dipusatkan di Ponorogo, 19 - 22 April lalu, SMKN 1 Prajekan berhasil membawa nama harum Bondowoso. Wakil SMKN 1 Prajekan Hari Setiawan, berhasil menggondol juara 1 menyisihkan para wakil SMK dari kabupaten dan kota se-Jatim. Bahkan, Hari menjadi wakil Jatim dalam lomba kompetensi siswa tingkat nasional pada Mei mendatang di Jakarta.

Eko Saputro, Bondowoso

MELAKUKAN pemijahan (perkawinan) ikan Lele secara buatan (bukan alamiah) melalui injeksi (suntikan) tidak bisa dilakukan sembarang orang. Harus ada orang yang ahli untuk melakukan pekerjaan itu. Sebab, jika bukan ahlinya, akan kesulitan untuk melakukan pemijahan Lele secara buatan. Juga, untuk membuat pakan alami (Artemia) dan pakan buatan bagi ikan lele harus dilakukan oleh orang yang ahli di bidang itu.

Ketiga hal itulah, yang membawa Hari Setiawan, 19, pelajar SMKN 1 Prajekan Bondowoso menjuarai LKS se-Jatim. Dalam lomba bertajuk "Pemijahan Buatan pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Metode Hormonal', Hari berhasil memikat para juri yang berasal dari kalangan perguruan tinggi dan praktisi. Sebab, Hari dengan meyakinkan telah berhasil melakukan pemijahan pada ikan lele secara baik dan tepat. Juga, mampu membuat pakan lele buatan dan alami sesuai waktu yang ditetapkan panitia. "Alhamdulillah, saya bisa keluar sebagai juara pertama LKS se-Jatim," Hari kepada RJ.

Diakuinya, dalam lomba itu banyak pesaingnya yang cukup berat. Apalagi, mereka berasal dari SMK terbaik yang ada dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Misalkan, dari SMKN Sukorambi Jember, SMKN Turen Malang, SMKN Suboh Situbondo dan pelajar dari SMK Grati Pasuruan. "Namun, saya tetap optimistis dan yakin bisa melalui semua yang diujikan juri dengan baik," katanya.

Apalagi, sebelum menghadapi lomba LKS, Hari mendapat berbagai uji kompetensi dari para guru pembimbingnya. "Dari pagi hingga sore, saya mendapat bimbingan dari guru guru pembimbing. Bahkan, saya harus belajar pemijahan lele ke balai benih ikan (BBI) Jember dan BBI Situbondo," katanya.

Dan, usaha Hari bersama guru pembimbingnya, itu tidak sia-sia. Saat melakukan presentasi dan uji praktik di hadapan para juri lomba yang ditempatkan di SMK Jenangan Ponorogo, dia berhasil mengumpulkan nilai tertinggi. Juri memberikan nilai total 86."Ini nilai yang paling tinggi. Dan, saya dinyatakan sebagai pemenangnya atau juara 1 se Jawa Timur," katanya.

Sementara itu, Kasek SMKN 1 Prajekan Anik Sudiartini menyatakan, dia cukup senang dengan hasil yang diraih oleh murid terbaiknya itu. Sebab, hasil jerih payahnya dalam menggembleng anak didiknya membuahkan hasil. "Kami memang sudah menyiapkan Hari sejak awal sebab kami punya target meraih juara pertama se Jatim," katanya.

Apalagi, kata Anik, pada pelaksanaan LKS se-Jatim pada dua tahun yang lalu, SMK Prajekan berhasil juara se-Jatim. "Ini sebagai usaha untuk mempertahankan juara pertama se-Jatim dan ternyata berhasil," katanya.

Sedangkan, Salim salah seorang juri yang juga Kepala Balai Benih Ikan (BBI) Rambigundam Jember, mengatakan kepada wartawan koran ini bahwa selama menjalani uji kompetensi yang ditempatkan di SMKN 1 Jenangan Ponorogo, Hari dikenal disiplin dan ulet. Dia mampu memukau para juri saat melakukan presentasi dan praktik di hadapan para juri. "Hari dengan piawai melakukan pemijahan secara buatan terhadap induk lele. Dia mengenal betul induk lele yang matang gonat (siap untuk dipijahkan)," katanya. Hari mampu membuat pakan buatan bagi lele, yang terdiri dari bahan campuran tepung jagung, kacang kedelai, tepung ikan, tepung tapioka, dan dedak.

Selain itu, dia mampu membuat pakan lele alamiah atau artemia, dari plankton. "Orang seperti Hari, diharapkan mampu melakukan pemijahan secara buatan, bukan saja pada ikan lele namun juga ikan lain. Seperti, ikan patin, bawal, atau ikan lainnya" katanya.

Dengan mampu melakukan pemijahan terhadap ikan, tentunya bisa menghasilkan banyak ikan. Sehingga, ikan-ikan itu mampu menyediakan kebutuhan pangan manusia.(*)
sumber: radar jember

Read More...

Dua Bulan, Kejari Raup Rp 436 Juta

Penagihan Uang Kredit Macet di Masyarakat

BONDOWOSO - Tidak salah pemkab meminta bantuan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso dengan membuat nota kesepahaman menagih piutang milik sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang macet di masyarakat. Terbukti, selama dua bulan melakukan penagihan piutang uang yang macet di masyarakat, kejari berhasil mengumpulkan uang mencapai Rp 436 juta.

Kasi Datun Kejari Bondowoso Eri Yudianto mengatakan, pencapaian penagihan piutang uang, itu masih sekitar 4 persen dari total piutang uang yang macet di masyarakat selama kurun waktu 2001 hingga 2007 sebesar Rp 11,8 miliar.

"Hingga pertengahan April ini, piutang uang yang berhasil kami tagih mencapai sekitar Rp 436 juta. Kami berharap jumlah it terus bertambah," katanya.

Apalagi, tambah Eri, tingkat kesadaran para penunggak kredit uang milik Pemkab Bondowoso, saat ini sudah meningkat. Setiap hari, selalu ada masyarakat penunggak kredit mengembalikan uang utangnya di kantor kejari. "Masyarakat yang mengembalikan utangnya terus bertambah. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat meningkat," ujarnya.

Namun, kejari belum berani mematok target waktu kredit macet di masyarakat dapat tertagih semuanya. Mengingat, beberapa hal menjadi kendala kejaksaan dalam menagih piutang di lapangan. "Diantaranya, ada beberapa penunggak yang jumlahnya besar telah meninggal dunia dan tidak berdomisili di Bondowoso lagi. Ini menjadi kendala kami untuk menagih piutang dalam waktu singkat," kata Eri.

Sekadar mengetahui, sedikitnya Rp 11,8 miliar piutang Pemkab Bondowoso hingga kini macet di masyarakat. Para penunggak utang tersebut terdiri dari 1.600 perorangan dan lebih 400 lembaga masyarakat.

Piutang pemkab merupakan kredit macet masyarakat di tiga satuan kerja perangkat daerah (SKPD), yakni Dinas Perikanan dan Peternakan sebesar Rp 1,5 miliar, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan sebesar Rp 1,5 miliar, dan terbanyak di Dinas Koperasi dan Perdagangan mencapai sekitar Rp 9 miliar.Kredit macet merupakan beberapa program yang digulirkan pemerintah kabupaten kepada masyarakat melalui tiga SKPD tersebut. Yakni, Program Penguatan Modal Usaha, Program Ketahanan Pangan, serta Program Pengembangan Ternak Sapi Kereman. (ido)

Read More...

Dispendik-Polres Imbau Tak Konvoi

Usai Pengumuman Kelulusan Unas Senin Besok

BONDOWOSO - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bondowoso mengimbau para pelajar SMA/SMK/MA tidak melakukan konvoi dan hura-hura yang berlebihan di jalan raya, usai pengumuman kelulusan Ujian Nasional (Unas) 2010 Senin besok (26/4). Dengan konvoi maupun hura-hura berlebihan, membahayakan siswa sendiri dan mengganggu masyarakat. Imbauan itu disampaikan Kepala Dispendik Kabupaten Bondowoso Hosni Syam kemarin.

"Alangkah baiknya jika siswa melampiaskan kelulusan dengan doa bersama di sekolah atau tempat tertentu yang lebih bermakna," katanya.

Karena itu, dia mengimbau pihak sekolah agar melakukan pendekatan persuasif pada para siswanya agar tidak melakukan konvoi dan hura-hura berlebihan usai pengumuman. Bahkan, mantan Kepala Diskopperidag Kabupaten Bondowoso ini meminta pihak sekolah proaktif mengantisipasi para siswa usai pengumuman.

"Makanya, sistem pengumuman sama dengan dua tahun lalu, diberitahu kepada orangtua di rumah masing-masing melalui kurir agar siswa tidak terkonsentrasi di satu tempat," jelasnya.

Meski begitu, dispendik tetap melakukan antisipasi terhadap siswa SMA/MA/SMK lulus Unas yang melanggar imbauan ini. Antisipasi ini, kata Hosni, Dispendik meminta bantuan anggota Polres Bondowoso untuk pengamanan di setiap sekolah dan titik-titik jalan raya yang diprediksi tempat konvoi.

Terpisah Wakapolres Bondowoso Kompol Akik Subki mengatakan, pihaknya menyiapkan 200 anggota polisi untuk mengamankan kelulusan unas SMA/MA/SMK. "Tapi, kita tetap mengimbau agar siswa tidak konvoi. Kalau pun masih ada siswa yang konvoi, kami minta tidak berlebihan dan akan kami arahkan ke tempat yang tidak mengganggu kamtibmas," jelasnya. (ido)

Read More...

Mantan Kasir Divonis 2,5 Tahun

22 April, 2010


BONDOWOSO - Mantan kasir UD Pahala Motor Shinta Susiatika, 21, terdakwa kasus penggelapan uang sebesar Rp 350 juta akhirnya divonis hukuman 2,5 tahun penjara (21/4). Vonis itu lebih ringan setengah tahun dari tuntutan Jaksa Erfan SH yang menuntutnya selama 3 tahun.

Sidang yang dipimpin Prim SH itu dalam amar putusannya menegaskan terdakwa terbukti melakukan perbuatan tindak pidana penggelapan uang milik perusahaannya, UD Pahala Motor.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Sido Gatot SH mengaku masih pikir-pikir untuk mengajukan banding atas putusan tersebut. Sementara kuasa hukum dari pihak UD Pahala motor, Ansori SH mengaku putusan hakim sudah memenuhi rasa keadilan. Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan gugatan secara perdata terhadap terdakwa agar seluruh kerugian yang ditimbulkan dapat dikembalikan pada perusahaan. "Kami akan menggugatnya secara perdata," katanya.

Atas perbuatan terdakwa yang telah melakukan penggelapan uang milik perusahaan itu, pihak UD Pahala motor mengalami kerugian mencapai Rp 350 juta. Namun sebelumnya, kuasa hukum terdakwa menyatakan kliennya tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh UD Pahala Motor. Oleh sebab itu, pihaknya masih akan mendatangkan pihak perbankan untuk memberikan keterangan seputar perbankan. Dan, menjelaskan repayment yang dimaksud dalam pembukuan sehingga terdakwa diduga telah melakukan penggelapan uang perusahaan senilai Rp 350 juta tidak dapat dibenarkan. "Karena kami melihat sistem administrasi di perusahaan tersebut kacau-balau," katanya.

Sementara menurut pihak UD Motor ada keuangan perusahaan yang tidak disetorkan ke perusahaan yang nilainya mencapai Rp 350 juta. Dana tersebut tidak disetorkan ke bank. "Ya apa pun alasannya yang jelas yang bertanggung jawab dalam kasus ini adalah terdakwa selaku kasir di perusahaan itu," katanya. (eko)

Read More...

Kades Pucang Anom Dipolisikan

21 April, 2010

Karena Dituding Sunat Gaji Perangkat

BONDOWOSO - Kepala Desa (Kades) Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darusollah Evi S, harus siap-siap berurusan dengan polisi. Ini setelah, delapan orang perwakilan warga desa setempat melaporkan Kades Evi ke Polres Bondowoso kemarin. Sang Kades dituduh telah memotong gaji perangkat desa dan menggarap tanah kas desa (TKD) tidak sesuai ketentuan.

Laporan delapan warga dan perangkat desa tersebut, diterima penyidik Unit I Polres Bondowoso kemarin. Mereka satu per satu dimintai keterangan terkait laporan itu, dari pukul 09.00 hingga pukul 14.00 .

Kepada penyidik, mereka mengaku sudah dipecat Kades Pucang Anom dari jabatannya. Mereka adalah Halil mantan Kaur Pembangunan, Dulla Misdin mantan Kasun Krajan, dan Holip, mantan kepala Kampung Kembang. Gaji yang seharusnya Rp 625 ribu, dipotong Kades dan hanya menerima Rp 200 ribu per bulan. "Alasannya diberikan ke orang kecamatan dan perangkat desa lain yang belum punya SK," kata seorang perangkat desa kemarin siang.

Selain dilaporkan memotong gaji perangkat desa, warga menilai Kades telah melakukan kecerobohan menggarap TKD milik desa. Akibatnya, hasil penggarapan TKD banyak merugikan masyarakat. "Padahal kami pendukung Kades. Tapi, karena beberapa kebijakan Kades menyalahi aturan, kami melaporkan ke polisi," kata delapan warga yang melapor di Mapolres Bondowoso.

Delapan warga tersebut mengaku, pihaknya sudah mengklarifikasi perihal pemotongan gaji perangkat desa ke Camat Jambesari Darusollah Jakfar Sodik. Saat itu, camat mengaku kepada warga dan perangkat desa, bahwa pihak kecamatan tidak pernah meminta pemotongan gaji perangkat desa. "Ketika kami menanyakan ke camat, Pak Camat bilang tidak pernah meminta apa-apa termasuk pemotongan gaji perangkat Desa Pucang Anom," jelas mereka.

Tak hanya menanyakan kepada Camat Jambesari Darusollah saja. Warga dan sejumlah perangkat desa juga mengadukan kebijakan Kades Pucang Anom yang banyak menyimpang dan merugikan warga ke Pemkab Bondowoso. Bahkan, warga datang ke Kantor Pemkab Bondowoso pada 12 April lalu dengan melakukan unjuk rasa dan menyampaikan semua tuntutan kepada Kabag Pemerintahan Abdul Muthalib untuk diteruskan ke Bupati H. Amin Said Husni.

Dengan melapor ke polisi, warga berharap kasus ini segera terungkap kebenarannya. Karena itu, mereka meminta polisi segera mengusut laporan ini dengan memanggil Kades Pucang Anom untuk dimintai keterangan. "Kami berharap polisi mengusut tuntas kasus ini, karena kami tidak mau membiarkan kejahatan terjadi di desa kami," kata seorang perangkat desa kemarin.

Kasatreskrim AKP Bambang Setiawan membenarkan pihaknya menerima laporan delapan warga Desa Pucang Anom tersebut. Bahkan, penyidik unit I reskrim polres telah meminta keterangan para pelapor. "Kami masih melakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Jika nanti memang ada perbuatan melanggar hukum, tentunya akan kami proses secara hukum," katanya. (ido)

Read More...

PTUN Menangkan Rektor Hernanik


BONDOWOSO - Persoalan sah tidaknya SK pengangkatan Hernanik sebagai Rektor Universitas Bondowoso (Unibo), akhirnya terjawab. Ini setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya menolak gugatan Edi Basuki terhadap SK pengangkatan Hernanik sebagai Rektor Unibo.

Putusan PTUN menolak gugatan Edi Basuk tersebut disampaikan kuasa hukum Unibo Saifur Rahman SH kemarin. Saifur mengatakan, dengan keluarnya putusan PTUN menolak gugatan Edi Basuki, maka Hernanik menjadi Rektor Unibo definitif yang memiliki kekuatan hukum tetap. "PTUN menolak gugatan Edi Basuki, ini adalah putusan kedua atas perlawanan penggugat. Dengan demikian, putusan PTUN ini final dan tidak ada lagi banding kasasi, ataupun PK," katanya.

Putusan PTUN yang membuat Rektor Unibo Hernanik berkekuatan hukum tetap, tambah Saifur, dihasilkan dalam sidang putusan di Surabaya pada 15 April lalu. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Jumanto SH, PTUN menolak gugatan Edi Basuki terhadap SK 002/Skep/YPGR-Bwso/XVI/2009 tentang pengangkatan Hernanik Menjadi Rektor Unibo Masa Bakti 2009-2013. "Dengan begitu, SK pengangkatan Rektor Unibo Hernanik terbukti sah dan tidak perlu dipersoalkan lagi," terangnya.

Sekadar diketahui, pengangkatan Hernanik sebagai Rektor Unibo sempat digugat oleh Edi Basuki mantan dosen Unibo yang kalah dengan Hernanik dalam pemilihan kursi Rektor Unibo akhir 2009. Melalui kuasa hukumnya Edi Firman, penggugat Edi Basuki melakukan gugatan ke PTUN Surabaya pada 2 Desember 2009.

Setelah melalui dismissal process atau musyawarah PTUN dan persidangan yang alot, pada 20 Januari 2010 PTUN menetapkan menolak atau tidak menerima gugatan Edi Basuki. Atas putusan pertama PTUN ini, penggugatan Edi Basuki melakukan perlawanan pada 2 Februari 2010. "Akhirnya sidang lagi dan kami sertakan sekitar 16 bukti, maka pada sidang putusan kedua 15 April lalu, PTUN menolak lagi gugatan Edi Basuki. Dengan keluarnya putusan kedua ini, maka upaya hukum sudah habis alias putusan final," jelas Saifur.

Rektor Unibo Hernanik mengaku puas terhadap putusan kedua PTUN yang menolak gugatan Edi Basuki. Dia juga mengatakan, Unibo tidak salah memberi kepercayaan kepada Saifur Rahman menjadi kuasa hukum dalam kasus ini. (ido)

Read More...

Soroti Kebijakan SKPD


BONDOWOSO - Puluhan pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan yang tergabung Pemuda Peduli Bondowoso (PPB) kemarin berunjuk rasa di satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemkab. Mereka menyoroti beberapa kebijakan di badan kepegawaian desa, badan inspektorat, dinas pendidikan, dinas koperasi perdagangan dan perindustrian (diskopperindag), serta bakesbangpol linmas yang dinilai inkonstitusional.

Para pendemo mendatangi lima kantor SKPD dengan mengendarai motor dan satu mobil pikap terbuka. Mereka membawa sejumlah spanduk kain dan kertas dengan tulisan menyoroti beberapa kebijakan yang sarat praktik kolusi dan nepotisme. "Pengambilan kebijakan maupun praktik penyelenggaraan yang terjadi di SKPD tersebut sudah tidak mengedepankan nilai good and clean government. Untuk itu, kami menuntut reformasi birokrasi di dinas dan badan itu," teriak Sidik juru bicara pendemo kemarin.

Dengan mendapat kawalan polisi dan satpol PP, SKPD pertama yang didatangi pendemo adalah kantor BKD. Setelah berorasi sekitar 15 menit, perwakilan pendemo ditemui beberapa staf BKD. Tapi, karena tidak bertemu Kepala BKD Harimas, mereka meninggalkan kantor BKD dan bergerak ke Kantor Bakesbangpol Linmas.

Dalam aksi di kantor bakesbangpol linmas, para pendemo menyoroti kinerja bakesbangpol linmas tidak profesional menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Bakesbangpol linmas juga dinilai lemah koordinasi dan komunikasi dengan organisasi kepemudaan (OKP) dan LSM. "Selama ini, bakesbangpol linmas hanya melibatkan OKP dan LSM tertentu dalam menyerap aspirasi masyarakat serta tidak pernah melakukan koordinasi dengan OKP dan LSM yang ada di Bondowoso," kata Subhan pendemo lainnya.

Setelah itu, para pendemo melanjutkan aksi demo di kantor diskopperindag. Di kantor di Jalan Santawi ini, mereka mempersoalkan program koperasi wanita (kopwan) yang dicetuskan Pemprov Jatim. Para pendemo yang tidak berhasil menemui Kepala Diskopperindag Agus Salam menilai realisasi program kopwan di Bondowoso cenderung tidak transparan.

Puas berorasi di kantor diskopperindag, para pendemo tidak mendatangi kantor dinas pendidikan dan kantor badan inspektorat, tapi langsung bergerak ke kantor Pemkab Bondowoso. Di kantor pemkab ini, mereka menuntut bertemu dengan langsung dengan Bupati Amin Said Husni.

Tapi tuntutan pendemo tidak terpenuhi. Mereka hanya ditemui Asisten I Pemkab Bondowoso Suprajitno. Akibatnya, para pendemo menumpahkan ketidakpuasannya dengan melakukan pembakaran poster dan spanduk yang dibawanya di depan pintu gerbang utama kantor pemkab. "Saya menemui sebentar perwakilan para pendemo dan menampung semua aspirasi yang disampaikan mereka," kata Suprajitno. (ido/eko).

Read More...

Imbau Petani Tidak Resah

16 April, 2010

Terkait Kenaikan Harga Eceran Terendah Pupuk Bersubsidi

BONDOWOSO - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disperta) Bondowoso mereaksi cepat pemberlakuan kenaikan sekitar 35 persen Harga Eceran Tetap (HET) pupuk bersubsidi oleh pemerintah. Buktinya, dinas yang dipimpin Matsakur, itu meminta agar para petani di Bondowoso tidak resah menyikapi kenaikan HET pupuk bersubsidi yang diberlakukan pemerintah mulai April ini.

Matsakur menilai kenaikan harga pupuk tersebut tidak akan membuat para petani di Bondowoso kesulitan mendapat pupuk. Mengingat, kuota atau jatah pupuk bersubsidi 2010 dari pemerintah, melebihi kebutuhan petani di Bondowoso selama setahun. "Penggunaan jatah pupuk bersubsidi 2009 saja, masih lebih dan jatah 2010 bertambah. Jadi, petani tidak perlu resah kesulitan mendapatkan pupuk terkait kenaikan harga pupuk bersubsidi oleh pemerintah," katanya.

Apalagi, menurut Matsakur, para petani di Bondowoso, saat ini tidak lagi ketergantungan dengan pupuk anorganik atau kimia. Sehingga, dia menilai, kenaikan harga pupuk, kemungkinan tidak akan menyebabkan petani resah. "Memang setiap kenaikan harga pupuk selalu ada dampaknya. Tapi, melihat kondisi petani di Bondowoso saat ini, saya yakin kenaikan harga tidak terlalu mengkhawatirkan," ujarnya.

Kendati begitu, untuk mengantisipasi dampak negatif akibat kenaikan harga pupuk, kata Matsakur, Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Bondowoso segera mengumpulkan para distributor pupuk di Bondowoso. Pertemuan KP3 dengan para distributor pupuk, ini untuk mencari solusi agar kenaikan harga pupuk bersubsidi yang menjadi kebijakan nasional, tidak sampai meresahkan para petani. "Rencana KP3 mengumpulkan para distributor pupuk, itu rencananya dilakukan dalam pekan ini," imbuhnya.

Sekadar diketahui, kenaikan HET pupuk bersubsidi sekitar 35 persen, ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2010. Isinya perubahan Permentan Nomor 50 Tahun 2009 tentang Kebutuhan dan HET pupuk bersubsidi. "Makanya, rencana KP3 mengumpulkan para distributor di Bondowoso nanti, untuk menyesuaikan harga pupuk sesuai Permentan yang baru dan tidak boleh ada harga pupuk melebihi harga yang sudah ditentukan pemerintah," jelas Matsakur. (ido)

Read More...

Tolak Status Janda Sumiati

Penyebab Ortu Risanto Tak Restui Hubungan Cinta

SUMBERWRINGIN - Misteri di balik kematian sepasang kekasih Risanto, 22 dan Sumiati, 19, warga Dusun Katesan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, dengan bunuh diri akibat tidak direstui orang tua (ortu) masing-masing mulai terkuak. Ini setelah penyelidikan dan penyidikan polisi di lapangan menyebutkan, ortu Risanto tidak merestui hubungan cinta anak laki-lakinya karena terkait status Sumiati.

Hal itu disampaikan Kapolsek Sumberwringin, Iptu I Nyoman, kepada sejumlah wartawan kemarin sore. Nyoman mengatakan, berdasar keterangan dari kerabat keluarga korban Risanto, ternyata ortu Risanto tidak menghendaki hubungan cintanya sampai ke perkawinan karena Sumiati berstatus janda. "Status janda dari korban Sumiati ini yang membuat orang tua korban Risanto tidak menyetujui hubungan cinta mereka," katanya.

Tak heran, tambah Nyoman, ketika Risanto mengatakan terus terang hubungan cintanya dengan Sumiati untuk segera dilanjutkan ke jenjang perkawinan, ortu Risanto tidak menyetujui. Bahkan, jika tetap ngotot melanjutkan hubungan dengan Sumiati, ortunya menganggap Risanto sebagai yang tidak patuh dan tidak berbakti lagi. "Kemungkinan besar itulah, yang membuat Risanto yang sudah cinta mati dengan Sumiati memutuskan mengakhiri hidup dengan bunuh diri bersama di hutan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Katesan Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, digegerkan dengan penemuan dua mayat sepasang kekasih Risanto, 22, dan Sumiati, 19, semua warga desa setempat di sebuah pondok bambu Blok Sigandok kawasan hutan Perhutani KRPH Desa Sukorejo Kecamatan Sumberwringin Senin (12/4) siang pukul 13.00. Dari olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda sepasang kekasih itu tewas dibunuh.

Namun, berdasar otopsi RSD dr Koesnadi Bondowoso menyebutkan, Risanto dan Sumiati tewas diduga bunuh diri akibat minum cairan beracun. Karena ada pembengkakan pembuluh darah otak dan perut yang diduga akibat cairan beracun. Selain itu, polisi menemukan botol aqua berisi sisa cairan sangkali atau potas dan buku bertuliskan cinta mati serta pesan kepada ortu kedua korban sebelum nekat bunuh diri. (ido)
sumber: radar jember

Read More...

Sepasang Kekasih Bunuh Diri

14 April, 2010

Gara-gara Cintanya Tak Direstui Orang Tua

BONDOWOSO - Kisah mirip roman Romeo dan Juliet terjadi di Dusun Katesan, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso. Keduanya adalah Risanto, 22, dan Sumiati, 19, warga desa setempat. Mereka nekat bunuh diri karena hubungan cinta mereka tidak direstui orang tuanya (ortu) masing-masing.

Dua muda-mudi yang sedang dimabuk cinta itu, diduga mengakhiri hidupnya dengan meminum cairan beracun. Mayat Risanto dan Sumiati ditemukan warga desa setempat membujur kaku di sebuah pondok bambu Blok Sigandok kawasan hutan Perhutani KRPH Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Senin (12/4) siang sekitar pukul 13.00.

Meski begitu, mayat sepasang kekasih itu baru berhasil dievakuasi anggota Resmob Satreskrim Bondowoso dari TKP ke Instalasi Ruang Jenazah (IRJ) RSD dr Koesnadi Bondowoso pukul 22.30. Bahkan, polisi harus meminta bantuan warga untuk memperlancar proses evakuasi dari TKP. "Lokasi TKP yang jauh dan medan sulit serta hujan deras, membuat proses evakuasi mayat korban berlangsung cukup lama," kata Kasatreskrim AKP Bambang Setiawan kemarin malam.

Dari olah TKP, polisi belum dapat memastikan penyebab tewasnya sepasang kekasih itu. Namun, berdasar hasil otopsi RSD dr Koesnadi, tewasnya Risanto dan Sumiati diduga akibat minum cairan beracun. Sebab, di tubuh keduanya tidak ditemukan luka akibat kekerasan. "Tapi, dari hasil otopsi ada pembengkakan pembuluh darah otak dan perut yang diduga akibat cairan beracun," kata AKP Bambang.

Dugaan bunuh diri itu juga ditemukan sejumlah barang bukti yang telah diamankan polisi. Di antaranya botol air mineral berisi sisa cairan sangkali atau potas, dua pasang sandal jepit, serta buku bertuliskan cinta mati dan pesan kepada ortu kedua korban. "Barang bukti itu yang membuat kami menduga mereka meninggal karena bunuh diri," ujar AKP Bambang.

Seorang keluarga korban yang menunggu proses otopsi di IRJ dr Koesnadi mengatakan, sebelum ditemukan tewas Senin siang di hutan, keduanya kabur dari rumah masing-masing pada Sabtu (10/4) siang sekitar pukul 11.00. "Sejak saat itu kerabat keluarga dan warga desa ramai-ramai mencari mereka dan baru ditemukan hari Senin (12/4 siang sekitar pukul 13.00," katanya.

Mengenai penyebab Risanto dan Sumiati sampai nekat bunuh diri, dia mengaku karena hubungan cintanya untuk berlanjut ke pernikahan tidak direstui ortu masing-masing. Padahal, keduanya sudah lama menjalin asmara. "Ya mungkin karena tidak direstui bapak dan ibunya, mereka nekat bunuh diri," tandasnya. (ido)
sumber : Radar Jember

Read More...

Mobil Evakuasi Terperosok Jurang


SEMENTARA itu, lokasi TKP jauh dan medan sulit selama proses evakuasi yang dilakukan polisi, tidak hanya memakan waktu lama. Namun, evakuasi yang disertai turunnya hujan deras, juga memakan korban.

Mobil tim buser polres yang mengangkut dua mayat serta sejumlah polisi dan warga Desa Sukorejo tergelincir jatuh ke dalam jurang yang tidak dalam. Namun, akibat peristiwa tersebut, Kaur Binops II Resmob Satreskrim Ipda Suyitno luka lecet di tangan dan kakinya karena tertindih bodi samping mobil tim buser.

Tidak sampai di situ saja. Seorang reporter media elektronik yang naik mobil tim buser mengalami luka lecet di bagian kedua tangannya. Itu karena dia terjatuh ke jalan tanah yang licin dan berlubang.

Beruntung, mobil tim buser terselamatkan dan melanjutkan perjalanan ke Bondowoso. "Semua penumpang dapat terselamatkan dan evakuasi dua mayat sepasang kekasih dari TKP ke rumah sakit dr Koesnadi Bondowoso tetap berjalan, hanya waktunya lama," kata Kasatreskrim AKP Bambang Setiawan.

Meski begitu, menurut Bambang, Ipda Suyitno yang sempat tertindih mobil tim buser terpaksa harus mendapat perawatan medis di rumah sakit. Karena, akibat peristiwa tergelincirnya mobil tim buser saat proses evakuasi dua mayat sepasang kekasih, luka lecet di beberapa bagian tubuh Suyitno cukup serius. "Begitu sampai di Bondowoso, Pak Yit -panggilan akrab Ipda Suyitno­- langsung mendapat perawata medis di rumah sakit karena luka lecetnya agak serius," katanya.

Pantauan RJ di Instalasi Ruang Jenazah (IRJ) RSD dr Koesnadi, proses otopsi dua mayat yang sudah menyebarkan bau busuk, berlangsung cukup lama. Otopsi berlangsung mulai kemarin pagi pukul 09.30 dan berakhir kemarin sore sekitar pukul 17.00. "Pertama kami otopsi mayat perempuan kemudian dilanjutkan mayat laki-laki. Hasil otopsi dua mayat tidak ditemukan luka akibat kekerasan dan pemukulan dengan benda tumpul. Tapi, untuk memastikan penyebabnya kita tunggu pemeriksaan toksikologi Labfor Polda Jatim," kata Mualis petugas medis IRJ RSD dr Koesnadi Bondowoso kemarin sore. (ido)

Read More...

190 Dusun Masih Gelap


Butuh 24 Tahun untuk Bangun Jaringan Listrik

BONDOWOSO - Sejumlah 190 dusun yang tersebar di Kabupaten Bondowoso sampai saat ini masih hidup dalam kegelapan alias belum teraliri jaringan listrik. Bahkan, bila pemkab atau Pemprov Jatim membangun jaringan listrik pada delapan dusun setiap tahunnya, maka dibutuhkan waktu 24 tahun, untuk membangun jaringan listrik di 190 dusun tersebut.

Hal itu diungkapkan Muhamad Erfan, staf ahli bupati di hadapan para peserta Musyawarah Cabang (Muscab) II Asosiasi Profesionalis Elektrikal Indonesia (APEI) di Hotel Ijen View kemarin (13/4). "Itu semua membutuhkan dana atau anggaran yang sangat besar," tambahnya.

Untuk mengatasi hal itu, lanjut Erfan, dia mengajak kerja sama dari PLN Bondowoso, APEI Bondowoso dan DPC AKLI Bondowoso untuk bisa membangun jaringan listrik. "Sehingga, seluruh warga di Bondowoso bisa menikmati listrik," katanya.

Sementara itu Ketua DPC AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) Bondowoso Erwin mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan PLN Bondowoso dan pemkab untuk membangun jaringan listrik di rumah-rumah warga yang kini belum teraliri listrik. "Kami siap bersinergi dengan pemkab dan PLN Bondowoso," katanya.

Apalagi, kata Erwin, ada program percepatan pemasangan jaringan listrik di Jawa Timur. "Dalam program percepatan listrik di Jawa Timur, telah dialokasikan dana atau anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk seluruh wilayah di Jatim," katanya.

Erwin menjelaskan, pembangunan jaringan listrik di Bondowoso telah dilakukan oleh pemkab dan Pemprov Jatim secara bertahap. Sehingga, warga yang tinggal di daerah terpencil bisa menikmati listrik secara bertahap." Pemerintah membangun jaringan listrik lewat APBD melalui program listrik desa," katanya.

Selanjutnya, dalam muscab yang berlangsung hingga sore hari itu, terpilih ketua APEI Bondowoso periode 2010 hingga 2014 adalah Samsul Kasiyono dan sekretaris Tarifin. "Pengurus baru APEI terpilih oleh tim formatur yang terdiri dari 8 orang," ungkap Yuli, salah satu panitia Muscab APEI kepada RJ.(eko)

Read More...

Ijen, Bondowoso


Ijen located on high plateau of a dormant vulcanoe. The acidity of the Lake is high, close to 0.2. Ijen produce the suphur that mined traditionally. Peoples earn 3 US per day to carry 85 kg of a day hard work.


Kawah Ijen, Tambang Belerang Tradisional

Pemandangan spektakular pada ketinggian 30,000ft dari jendela sebelah kiri pesawat Surabaya-Denpasar melahirkan sebuah pertanyaan tentang lokasi sebuah danau berwarna hijau tosca di ketinggian 2,000-an meter. Danau tsb sepertinya berada didalam kawah dengan dinding kaldera setinggi 300-500m. Sebuah puncak gunung menjulang berada disampingnya. Asap putih yang mengepul dari salah satu kawahnya membumbung tinggi ke udara, menjadikannya kontras dengan lingkungan sekitarnya yang berwarna hijau jade.

Kawah tsb. ternyata bernama kawah Ijen, terletak di Bondowoso, Jawa Timur. Spot ini pernah dipublikasikan dan terkenal di Perancis melalui tayangan Ushuwaia Adventure yang memperlihatkan Nicolai Hulot sang-penjelajah, duduk diatas perahu karet bercerita ttg asal-usul danau Ijen dengan derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter dan volume hampir 40 juta meter kubik, salah satu danau kawah terbesar didunia. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari jemari. Pandangan bird view kamera helikopter itu kemudian beralih ke tepi kaldera yang memperlihatkan penambang2 kawah ijen sedang berjuang mendaki memikul puluhan kilogram muatannya.

Kawah Ijen ternyata mudah untuk dikunjungi melalui Banyuwangi atau Bondowoso. Keunikan yang utama dari wisata Kawah Ijen selain dari pada panoramanya yang sangat indah adalah melihat penambangan belerang tradisional yang diangkut dengan cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia saja (Welirang dan Ijen). Beban yang diangkut masing-masing per orangnya sampai seberat 85kg. Beban ini luar biasa berat buat kebanyakan orang, manakala belerang diangkut melalui dinding kaldera yang curam dan 800m menuruni gunung sejauh 3km. Penghasilan yang diterima seorang pemikul rata-rata 25 ribu rupiah per harinya, atau sekitar 300 rupiah per kilonya. Seorang pemikul biasanya hanya mampu membawa turun satu kali setiap harinya, karena beratnya pekerjaan. Beberapa ratus meter terdapat sebuah bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijen”, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar, sebuah pos dimana para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.

Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding 1,600 mdpl, sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi- Ijen. Dari sini jalan tanah terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 2 jam jalan santai. Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan berada di depan mata. Sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Penambang-penambang belerang terlihat kecil dari atas. Untuk menuju ke sumber penghasil belerang tsb., kita perlu menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.

Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari semacam pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Bernapas dlm lingkungan spt. ini dibutuhkan perjuangan tersendiri, para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.

Selain langsung menuju muka danau, berkeliling punggungan kaldera dpt dilakukan dengan memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di lokasi terdekat di Bondowoso, kota pegunungan yang bersih, atau di Situbondo sebuah kota pantai. Jika anda menyukai suasana perkebunan pegunungan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Guest house ini terletak didalam kompleks perumahan perkebunan pada ketinggian sekitar 1,200 mdpl. Selain itu juga tersedia Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding. Temparature rata-rata di sekitar kawah Ijen adalah 13 oC di siang hari dan 2 oC di malam hari.

Untuk mencapai kawah Ijen saat ini tidaklah terlalu sulit. Terdapat dua cara, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin, Jambu dan terus ke Paltuding (1,600 mdpl). Cara kedua adalah melalui kota Bondowoso 70 km kearah timur melalui Wonosari, Sempol (800 mdpl) terus ke Paltuding m. Cara kedua ini paling banyak ditempuh orang karena melalui jalan aspal mulus, sedangkan cara pertama melalui jalan makadam penuh tanjakan curam. Turis asing selepas kunjungan di Bromo biasanya datang melalui Bondowoso, meneruskan perjalanan melalui Banyuwangi, Bali dan Lombok.

Rute dari Bondowoso ini melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi, dengan tiga pintu gerbang yang berbeda. Di setiap pintu gerbang kita diminta untuk mengisi buku tamu dan tujuan perjalanan. Pemandangan di rute ini sangat bagus, dengan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, hutan pinus Perhutani dan hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang lebat. Kunjungan singkat satu hari dapat dilakukan, namun bermalam di perkebunan kopi adalah pilihan yang tepat. Tersedia paket agro-wisata mengunjungi kebun kopi dan unit pemrosesan biji kopi yang patut dipertimbangkan.

Archie of Yokohama

Read More...

Kades Diduga "Sunat" Raskin


BONDOWOSO - Puluhan warga Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darusollah, kemarin mendatangi kantor pemkab (12/4). Mereka berunjuk rasa mempersoalkan sejumlah penyimpangan yang diduga dilakukan Kepala Desa (Kades) Evi S.

Dalam aksinya, warga desa yang didominasi kaum ibu, itu menuntut agar Kades turun dari jabatannya. Mereka menuding Kades telah melakukan sejumlah penyimpangan yang merugikan warga. "Unjuk rasa di kantor pemkab ini bentuk kekecewaan warga Desa Pucang Anom kepada kepala desa yang banyak melakukan penyimpangan yang merugikan warga desa," kata Halil, perwakilan warga diamini puluhan warga lainnya.

Penyimpangan yang ditudingkan warga, sambung Halil, Kades dinilai memotong beras masyarakat miskin (raskin). Warga yang semestinya mendapat jatah raskin 8 kilogram, kenyataannya menerima raskin 7,5 kilogram. "Lantas ke mana sisa raskin setengah kilogram, kalau tidak dipotong oleh Kades," ujarnya.

Ditambahkan, penyimpangan lain yang diduga dilakukan Kades adalah pemberhentian sejumlah perangkat desa. Menurut dia, Kades telah memberhentikan Kaur Pembangunan Desa dan tiga Kasun yang tidak prosedural. "Pemberhentian perangkat desa semestinya harus musyawarah dengan BPD. Tapi, ini tidak dan pemberhentian dilakukan begitu saja tanpa alasan yang jelas," katanya.

Perwakilan warga desa lainnya, Firman mengatakan, penyimpangan lain yang diduga dilakukan Kades adalah belum dibayarnya tunjangan kesejahteraan sejumlah perangkat desa sejak 2008. Kades juga dinilai menggarap tanah kas desa (TKD) seluas 16 hektare yang masuk APBDes tidak masuk akal dan untuk kepentingan pribadi. "Kades tidak pernah musyawarah dengan BPD dalam menggarap tanah kas desa 16 hektar yang masuk APBDes. Masak penggarapan tanah kas desa 16 hektare selama setahun hanya menghasilkan Rp 38 juta. Ini kan sudah tidak benar," jelasnya.

Usai berorasi selama 20 menit di depan kantor pemkab, delapan perwakilan warga desa ditemui perwakilan Kabag Pemerintahan Abdul Muthlib, Kepala Bapemas Sigit Purnomo, Camat Jambesari Darussolah Jakfar Sodik, dan Kepala Bakesbangpol Linmas Agung Tri Handono. Mereka menyampaikan semua persoalan yang dilakukan Kades dan meminta pemkab turun tangan mengatasinya.

Kabag Pemerintahan Abdul Muthalib mengatakan semua aspirasi warga Desa Pucang Anom akan secepatnya ditindaklanjuti. Menurut dia, pihaknya akan melakukan crosscheck ke lapangan terkait dengan aspirasi warga tersebut. "Jika apa yang disampaikan warga memang benar, kami akan melakukan tindakan sesuai ketentuan perundangan yang berlaku," katanya.

Sementara itu Camat Jambesari Darussolah Jakfar Sodik mengatakan, aspirasi warga Desa Pucang Anom sebenarnya sudah disampaikan dan ditindaklanjuti oleh kecamatan. Namun, warga belum puas dan akhirnya melakukan unjuk rasa ke kantor pemkab. "Kami tentunya memfasilitasi keinginan warga dalam menyampaikan aspirasinya itu," katanya. (ido)
sumber : Radar Jember

Read More...

Bikin SMK Agrobisnis

09 April, 2010


Pemprov Siapkan Anggaran Rp 15 Miliar

BONDOWOSO - Dunia pendidikan di Bondowoso mendapat perhatian khusus dari Pemprov Jatim. Pada tahun anggaran 2010 ini, Pemprov Jatim mengucurkan dana sharing sebesar Rp 15 miliar ke Bondowoso. Dana sebesar itu untuk mendirikan sekolah kejuruan, SMK Agrobisnis.

Hal itu terungkap dalam acara jaring aspirasi masyarakat (asmara) yang dilakukan anggota DPRD Jatim dari PKS Irwan Setiawan di hadapan para pengurus DPD PKS Bondowoso dan para simpatisannya di Aula Dinas Pariwisata, Kamis kemarin sore (8/4). "Kedatangan saya ke Bondowoso, untuk berdialog dengan warga Bondowoso. Selain untuk menampung aspirasi, juga untuk menjelaskan seputar pembangunan di Bondowoso yang sebagian dananya diberikan oleh dana APBD I Jatim," katanya.

Selanjutnya, Irwan menjelaskan, pada 2010 ini, Pemprov Jatim mengucurkan dana sharing sebesar Rp 15 miliar. "Dana itu untuk pembangunan SMK Agrobisnis di Bondowoso. Itu, untuk memajukan pelajar di Bondowoso yang bersekolah di bidang agrobisnis," katanya.

Apalagi, kata dia, potensi Bondowoso bidang agrobisnis cukup besar. "Bondowoso ini punya potensi besar sekali bidang agro (pertanian dan perkebunan). Perlu terus dikembangkan untuk memaksimalkan potensi yang ada," katanya.

Ke depan, kata dia, generasi muda Bondowoso, tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar kota hanya untuk mencari penghasilan. "Mereka, cukup bekerja di Bondowoso. Dengan, mengolah sumber daya alam yang ada, misalkan bidang perkebunan dan pertanian," katanya.

Selain itu, kata dia, Pemprov Jatim mengucurkan dana sebesar Rp 2,4 miliar untuk pemberdayaan masyarakat, yaitu dengan mendirikan kopwan (koperasi wanita) di setiap desa di Bondowoso. "Harapannya, para perempuan di setiap desa bisa berdaya," katanya.

Sebab, dengan adanya kopwan itu, kata Irwan, bisa melakukan atau membiayai UKM yang ada di desa. "Sehingga, warga khususnya kaum hawa, terlepas dari jeratan rentenir. Bila mereka butuh modal kerja, cukup pinjam dana ke kopwan," katanya sambil menjelaskan dana setiap kopwan senilai Rp 25 Juta.

Juga, Pemprov Jatim mengucurkan dana untuk membiayai atau membayar para guru madrasah diniyah dan guru-guru swasta. "Nilainya, sangat besar sekali," katanya.

Sementara itu, dalam dialog tersebut, warga ada yang mengeluhkan soal harga sapi limousin yang jatuh di Bondowoso. Sebab, pemerintah mengeluarkan kebijakan dengan mengimpor daging sapi. Irwan menyatakan akan mempelajari persoalan itu lebih dalam. "Sebab, saya baru tahu keluhan warga soal harga sapi yang melorot," katanya. (eko)

Read More...

Culik Santriwati, Dua Pemuda Dipolisikan

08 April, 2010


BONDOWOSO - Abdul Latif Efendi alias Rendi, 24, dan Muhammad Jamhuri alias Alvin, 25, harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bondowoso.

Dua pemuda warga Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, itu dilaporkan polisi dengan sangkaan melakukan penculikan dan membawa lari dua santriwati Ponpes Darul Anam Desa/Kecamatan, Jambesari Darussollah, dengan inisial IH, 14, dan SF, 14.

Kasus dugaan penculikan terungkap setelah polisi menerima laporan dari Arfat alias Pak Wida bapak SF. Berdasar laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pelaku di rumah salah seorang keluarga pelaku di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.

Belum diketahui motif penculikan yang dilakukan dua pelaku terhadap dua santriwati. Namun, berdasar pemeriksaan penyidik Unit PPA, sebelum menculik, pelaku mengenal korban saat bertemu di koperasi ponpes. "Dari perkenalan itu, pelaku mengajak korban keluar ponpes untuk jalan-jalan," kata seorang penyidik PPA, didampingi Kaur Binops Reskrim I Ipda Agung Sugiarto, kemarin siang.

Awalnya, kedua pelaku mengajak korban SF. Tapi, SF menolak karena tidak berani meninggalkan ponpes tanpa izin. Lantaran diancam oleh pelaku, SF menyanggupi dengan mengajak temannya IH. "Pelaku dan korban keluar ponpes dari tembok belakang menuju jalan raya dan pergi naik sepeda motor. Rendi membonceng IH dan Alvin membonceng SF," kata penyidik PPA.

Sesampai di jalan Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, kedua pelaku mampir ke rumah seorang kerabat keluarga dan meminta dua santriwati menunggu sepeda motor di jalan tadi. Karena takut ditinggal di jalan, dua santriwati jalan kaki meninggalkan sepeda motor menuju rumah kerabat keluarga seorang santriwati di Desa Bataan, Kecamatan Tenggarang. "Tapi, sebelum sampai rumah kerabat keluarganya, dua santriwati dikejar kedua pelaku dan dipaksa ikut ke Kelurahan Badean, Bondowoso," jelas penyidik PPA.

Di Kelurahan Badean, dua santriwati sempat tinggal sehari dan tidur satu rumah dengan kedua pelaku. Namun, apakah pelaku dan korban telah melakukan hubungan suami istri, polisi belum dapat menyimpulkan. "Soal itu kami masih menunggu hasil visum. Tapi, yang jelas dalam kasus ini kedua pelaku sementara dijerat Pasal 332 KUH tentang Membawa Lari Anak di Bawah Umur.

"Tapi jika hasil visum mengarah pada pencabulan atau pemerkosaan, kedua pelaku langsung kami jerat undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas sepuluh tahun penjara," tandas Agung Sugiarto. (ido)
sumber: radar jember

Read More...

Tim Labfor Ambil Enam Sampel Kebakaran di Pertokoan Pecinan RE Martadinata


BONDOWOSO - Lima anggota Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, kemarin kembali ke Surabaya selesai melaksanakan tugasnya di Bondowoso. Setelah dua hari menyelidiki TKP (tempat kejadian perkara) dan mengumpulkan data dari para saksi, tim labfor pimpinan AKBP Didik membawa pulang enam sampel benda yang terbakar di lokasi kebakaran tujuh toko yang memiliki sepuluh rumah toko (ruko) di Jalan RE Martadinata Bondowoso.

Enam sampel itu semuanya diambil tim labfor di Toko Balita Jaya yang menjadi penyebab awal terjadinya kebakaran tujuh toko pada Sabtu (3/4) malam. Keenam sampel itu adalah abu arang yang diduga sisa kebakaran pertama, kabel instalasi penerangan lampu, klem penjepit kabel listrik, kotak kontak saklar listrik input output, komputer yang terbakar, dan satu unit alarm untuk menakut-nakuti tikus.

"Enam sampel itu diteliti untuk memastikan penyebab kebakaran," kata Kaur Bin Ops I Reskrim Ipda Agung Sugiarto, di ruang Kasatreskrim Polres Bondowoso kemarin siang.

Meski begitu, Agung tidak bisa memastikan jangka waktu tim labfor meneliti sampel sisa kebakaran. Namun, dia mengatakan, tim labfor akan segera memberitahu penyidik Polres Bondowoso begitu selesai meneliti sampel sisa kebakaran toko yang dibawa ke Surabaya. "Kami berharap enam sampel itu dapat mengetahui sebenarnya penyebab kebakaran tujuh toko yang menelan kerugian mencapai Rp 6 miliar," jelasnya.

Selain membawa enam sampel sisa kebakaran, tim labfor yang selama dua hari melakukan olah TKP, juga meminta keterangan para saksi langsung di sekitar lokasi kebakaran. Para saksi yang dimintai keterangan adalah sepuluh karyawan Toko Balita Jaya.

"Keterangan para saksi karyawan Toko Balita Jaya itu menjadi barang bukti tambahan tim labfor dalam proses penelitian sampel guna memastikan penyebab kebakaran," tutur Agung.

Tiga hari pasca kebakaran usai diselidiki tim labfor kemarin, tujuh toko yang hangus terbakar masih dibatasi garis polisi. Namun, pemilik toko dan masyarakat dapat melihat dari dekat dan masuk ke dalam toko terbakar karena tidak lagi dijaga ketat polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran besar selama empat jam terjadi di kawasan pertokoan Pecinan Jalan Raya RE Martadinata Bondowoso Sabtu (3/4) malam pukul 21.00 hingga Minggu dini (4/4) pukul 02.00. Tujuh toko yang terdiri sepuluh rumah toko (ruko) hangus dilalap api.

Sumber api berasal dari Toko Balita Jaya. Akibat lambatnya petugas pemadam kebakaran (PMK) Bondowoso, menyebabkan api merembet membakar enam toko lain yang letaknya berdekatan dengan Toko Balita Jaya hingga kerugian ditaksir Rp 6 miliar. Enam toko yang terbakar adalah Toko Efrata, Pangestu, Jaya Rental, Madu Rasa, Madiun Jaya, dan Sumber Ilmu. (ido)







Read More...

Gunung Raung





Gunung Raung terletak di sebelah timur Bondowoso pada ujung kawah Ijen raksasa kuno. Gunung raung terletak di desa Sumber Wringin, Kecamatan Sumber Wringin. Gunung Raung adalah sebuah gunung besar yang unik dan berbeda dengan gunung lainnya di Pulau Jawa. Hal yang unik dari Mount Raung adalah letupan api, yang kedalaman sekitar 500 meter dan selalu diasapi dengan percikan api.



Gunung Raung merupakan gunung tua dengan letupan api di puncaknya dan dikelilingi oleh banyak bukit kecil, membuat panorama terlihat indah dan fantastis. Pemandangannya sangat menarik karena terdapat banyak jenis tanaman dan hewan. Kegiatan wisata di daerah ini sangat menarik dan akan menjadi kesempatan yang baik bagi pengunjung, khususnya mereka yang tertarik di gunung. Puncak gunung ini terletak di 3.332 meter di atas permukaan laut. Para wisatawan dapat mulai mendaki gunung dari Pos I (Pesanggrahan Sumber Wringin) yang memberikan sejumlah panduan yang siap memberikan pelayanan kepada para pendaki.

Cara mudah untuk pendakian Gunung Raung adalah melalui arah Bondowoso. Dari Bondowoso terus ke desa Sumber Waringin menggunakan kuda jantan melalui Sukosani. Perjalanan dimulai dari desa Sumber Waringin melalui hutan pinus dan perkebunan kopi untuk pergi menuju Pondok Motor atau pos pendaki. Kemudian para pengunjung dapat memenuhi pemandu di tempat itu. Para wisatawan dapat menginap di sini, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke puncak sekitar 9 jam.

Dari Pondok Motor ke Gunung Raung, kita akan melewati perkebunan kopi, hutan Pinus, kemas-hutan cemara, dan kemudian para wisatawan yang akan tiba di lapangan perkemahan. Perjalanan terus melalui lahan rerumputan sekitar 1 jam, kemudian ke puncak Gunung Raung yang berpasir dan bberatu. Perjalanan ini akan memerlukan waktu sekitar 2 jam.


Dikutip dari eastjava.com.

Read More...

Air Terjun Belawan






Air terjun Blawan terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Sempol, sekitar 52 km dari kota Bondowoso. Air terjun Blawan adalah lanjutan dari Sungai Kali pahit, yang juga merupakan tempat pembuangan air dari Kawah Ijen, yang banyak mengandung belerang. Air dari air terjun Blawan berjalan turun ke bumi kemudian ditampilkan lagi dalam Asembagus, Kabupaten Situbondo.

Air terjun Blawan dikelilingi oleh tebing tajam dan ada juga gua berstalagmit. Telah diyakini bahwa dari zaman dulu kala gua ini telah sering digunakan untuk bertapa. Ada juga tanaman macadamia di daerah ini. Selain air terjun Blawan, ada juga yang panas air mata air untuk mandi pariwisata di daerah ini. Fasilitas pariwisata yang ada di sini adalah tempat perlindungan, hotel, dll

Objek wisata lainnya yang berada dalam satu area dan dekat ke air terjun Blawan adalah:

1. Kolam renang Dhamar Wulan
Kolam renang Dhamar WulanKolam rengang Dhamar Wulan terletak di satu wilayah dengan air terjun Blawan. Kolam renang ini dikelilingi dengan pemandangan alam. Ada banyak pohon dan udara segar. Air datang secara alami, sehingga bersih dan jelas. Pengunjung dapat menikmati alam dan situasi yang rekreasi di sini.

2. Air panas alami Blawan
Air panas alami BlawanAir panas alami Blawan juga berada di kawasan air terjun Blawan. Renang ini telah dikelilingi oleh pemandangan alam. Terdapat banyak pohon-pohon dan air jernih alami. Menikmati liburan Anda di sini dengan melihat alam sekitar anda.


Lihat juga galeri Air Terjun Belawan.
Sumber: EastJava.com

Read More...

Wisata agro dari Perkebunan Kopi Arabika Kalisat Jampi




Kopi Arabika di obyek Taman Wisata adalah milik BUMN PT Perkebunan XXVI; luasnya 4.000 hektar, dan tingginya 900 di atas permukaan laut. Terletak sekitar 57 km sebelah timur kota Bondowoso. Para pengujung dapat melihat dan menikmati pemandangan indah.

Kita dapat melihat proses pembuatan, seperti: memetik kopi, memilih kopi di lapangan dan pabrik, pengeringan biji kopi dan proses penggilingan biji kopi arabika yang memproduksi kopi instan khusus yang memiliki rasa dan aroma yang baik.

Kopi arabika memiliki cita rasa khas dengan bau yang harum dan rasa yang lezat. Para wisatawan juga dapat melakukan taman wisata menggunakan sepeda atau mobil (yang dikoordinir oleh PT. TIMUR CIPTA PESONA Agrowisata). Mobil koordinator ini juga menyediakan transportasi ke objek wisata lainnya, seperti:

* Blawan - pemandian air panas taman Sempol
* Kawah Wurung di Jampit - Sempol
* Blawan - air terjun Sempol
* Taman bungan di Jampit

Selain menikmati kopi Arabika, para wisatawan juga memiliki beberapa fasilitas lain untuk menikmati wisata perkebunan. Para pengunjung dapat menikmati mawar dan bunga bakung di taman bunga, dan juga rekreasi memancing di arena memancing. Ada juga ruang pertemuan, lapangan tenis, dan kolam renang. Wisma tamu di Jampit I, pondok Arabika /Jampit II juga dilengkapi dengan ruang perapian. Acara hiburan diatur sedemikian rupa layaknya seperti tempat istirahat . Tanah yang luas dapat digunakan sebagai tempat untuk bersepeda, tur mobil.

Lihat juga galeri Wisata Agro perkebunan kopi arabika.
Sumber: EastJava.com.

Read More...

Air Terjun Poloagung




Air terjun Poloagung terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, sekitar 40 km sebelah timur Bondowoso. Lokasinya dekat dengan perkebunan masyarakat sekitar. Tempat ini merupakan tempat pariwisata baru, yang dibangun dan dikembangkan pada tahun 2003, oleh Kanparsenibud (Pariwisata, Seni dan Budaya Pemerintah Kabupaten Bondowoso).


Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Ada lembah hijau dan padang rumput kecil. Tempat ini dilengkapi dengan tiga penginapan yang berada di sekitar kawasan. Pengunjung dapat mencapai daerah air terjun, tetapi harus berjalan sangat hati-hati.

Read More...

Air Terjun Tancak Kembar



Air terjun Tancak Kembar terletak di 24 km dari Bondowoso ke arah barat di desa Andungsari, kecamatan Pakem. Ketinggian Air Terjun adalah 77 meter. Fungsi air terjun ini tidak hanya sebagai objek wisata tapi juga untuk irigasi. Legenda setempat berpendapat bahwa sisi kiri air terjun dijaga oleh lelaki dan bagian kanan adalah para wanita. Hal ini diyakini bahwa jika pengunjung cuci mukanya di air terjun, kulit mereka akan tetap selalu muda.



Air terjun Tancak Kembar ini juga didukung oleh pusat penelitian kopi Arabika di sekitar tempat ini dengan luas 180 hektar. Daerah ini dikelola oleh Departemen Pertanian.

Sumber: EastJava.com.

Read More...

Pemandangan Arak - arak




Obyek Wisata ini terletak dijalur antara Surabaya - Bondowoso tepatnya di Desa Sumbercanting, Kecamatan Wringin dengan ketingian + 345 meter dpl. Wisatawan dapat menikmati udara segar serta dapat emlihat panoram alam yang mempesona. Wisatawan dapat mengunjungi obyek ini dengan transportasi umum.

Read More...

Peninggalan Kuno Sarkopage



Sarkopage adalah salah satu dari situs megalitikum yang lebih dikenal dengan nama Keranda yang dibuat dari batu atau sejenis batu cadas. Berbentuk lesung atau palung, tetapi ada tutupnya. Fungsinya sama dengan kuburan batu / dolmen. Sarkopage terdapat dibeberapa desa : Desa Glinseran, Kecamatan Wringin. Tepatnya + 19 km kearah barat kota Bondowoso.

Read More...

Bosamba Rafting



Salah satu obyek wisata yang termasuk dalam wisata minat khusus di Kabupaten Bondowoso adalah Arung Jeram. Obyek wisata yang juga tengah dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso.



Keindahan alam uynag dilalui sepanjang perjalanan membuat daerah initidak hanya ingin dinikmati oleh masyarakat Bondowoso saja, akan tetapi para pecinta olahraga Arung Jeram dari daerah lain juga tidak ketinggalan untuk menikmatinya. Akses menuju tempat ini sangat mudah karen dapat dilewati oleh transportasi umum.




Read More...

Gerbong Maut Bondowoso


Di Bondowoso ada sebuah monumen bernama Monumen Gerbong Maut. Monumen ini terletak di tengah jalan, antara alun-alun (lapangan) Bondowoso dan kantor Pemda Kabupaten Bondowoso. Patung beberpa pejuang dibagian depan dengan latar belakang sebuah gerbong kereta api. Monumen ini dibangun untuk mengenang tragedi 62 tahun yang silam. Yang di negeri Belanda dikenal dengan sebutan “De Trein van de Dood” alias Gerbong Maut. Berikut kisahnya..

Pada Sabtu tanggal 23 Nopember 1947 penjajah Belanda akan memindahkan 100 tawanan dari penjara Bondowoso ke penjara Kalisosok Surabaya. Para tawanan ini terdiri dari para pejuang dan rakyat sipil. Mereka kemudian dibawa ke Stasiun Bondowoso dan dimasukkan ke dalam 3 gerbong. 32 orang masuk ke gerbong pertama dengan No. GR 5769, 30 orang ke gerbong kedua dengan No. GR 4416 dan sisanya sebanyak 38 orang dimasukkan ke gerbong ketiga dengan No. GR 10152. Gerbong-gerbong ini bukan gerbong penumpang tetapi gerbong barang terbuat dari baja yang tertutup dan tanpa ventilasi. Jadi walaupun hari masih pagi, di dalam gerbong sangat panas dan gelap gulita setelah gerbong dikunci.

Jam 07:30 WIB kereta bertolak ke Surabaya. Di Stasiun Kalisat, gerbong tawanan harus menunggu kereta dari Banyuwangi. Selama 2 jam mereka terpanggang dalam gerbong di bawah terik matahari. Kemudian kereta beranjak meuju Stasiun Jember. Jam 10:30 WIB kereta melanjutkan perjalanan ke Probolinggo. Para tawanan benar-benar terpanggang. Sepanjang perjalanan terjadi hal-hal yang memilukan. Bahkan untuk menghilangkan rasa haus, sebagian tawanan terpaksa minum (maaf) air seni tahanan lainnya.

Mendekati Stasiun Jatiroto, terjadi hujan yang cukup deras. Tetesan air hujan yang masuk dari lubang-lubang kecil ke dalam gerbong, dimanfaatkan oleh para tawanan yang masih hidup. Tapi tidak demikian dengan tawanan di gerbong ketiga (No. GR 10152). Karena gerbongnya masih baru, maka mereka tidak mendapatkan tetesan air sedikitpun. Sesampai di Surabaya, di dalam gerbong ketiga ini tidak ada satu pun tawanan yang hidup. Tragis..

Jam 20:00 WIB kereta sampai di Stasiun Wonokromo. Para tawanan didata. Hasilnya, di gerbong pertama No. GR 5769 sebanyak 5 orang sakit keras; gerbong kedua No. GR 4416 sebanyak 8 orang meninggal; di gerbong ketiga No. GR 10152 seluruh tawanan sebanyak 38 orang meninggal semua.


* dari berbagai sumber


Read More...

Arli Lambang Bondowoso


Lambang Daerah Bondowoso terbagi atas :

* Perisai, melambangkan kesatuan pertahanan dari rakyat daerah , warna kuning emas melambangkan keluhuran budi.
* Pohon beringin , melambangkan suatu pemeritahan yang senantiasa berusaha meberikan pengayoman kepada rakyat.


* Atas Kepala Kereta Api (lokomotif ) mengepul dalam bentuk garis-garis hitam yang mewujudkan dua sapi beradu muka menunjukkan kebudayaan khusus serta kegemaran rakyat Bondowoso akan aduan sapi.
* Kepala kerbau putih berbentuk dangkal melambangkan kerbau yang menunjukkan letak kota sewaktu pembabatan kota Bondowoso.
* Kepala Kereta api ( Lokomotif ) melambangkan keberanian perjuangan rakyat Bondowoso, warna hitan yang tak pernah luntur melambangkan kekuatan serta ketetapan hati.
* Cemeti , Parang, Tasbih merupakan pegangan Kironggo yang kewibawaannya dicerdaskan atas ketekunan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
* Jagung, seni karya, padi, daun tembakau, menunjukaknan hasil utama Kabupaten Bondowoso.
* Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah luar menjadi lima bagian , melambangkan dasar Negara Pancasila. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah dalam menjadi empat bagian dan sebelah luar menjadi lima bagian melambangkan Undang-undang Dasar 1945.
* Gunung dan Air menunjukkan letak geografis daerah yang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan pengairan cukup , warna biru melambangkan harapan atas kesuburan daerah .

Sesanti Daerah Kabupaten Bondowoso berbunyi “SWASTI BHUWANA KRTA”

* Swasti artinya :
- Selamat, Bahagia lahir dan batin
- Merdeka
- Menyatu diri dengan Tuhan untuk mendapatkan kebahagian lahir dan batin/keselamatan dunia akhirat
* Bhuwana Krta artinya Kemakmuran dunia / kesempurnaan dunia
* Swasti Bhuwana Krta artinya barang siapa di dunia melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa akan mendapatkan kesempurnaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat

Read More...

290 Dusun di Bondowoso Tanpa Aliran Listrik


BONDOWOSO | SURYA Online - 290 dusun dari 1.003 dusun yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), belum teraliri listrik.

“Lokasi ratusan dusun itu berada di lokasi terpencil dan sulit dijangkau, sehingga tidak ada ketersediaan pasokan listrik dari PLN,” kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Dwi Wardana, Selasa (9/3/2010).

Dia mengatakan sebagian besar dusun yang masih gelap itu berada di kawasan pinggiran di Kecamatan Cermee, Sempol, Tamanan, Wringin dan Pakem.

Bahkan, lanjut Dwi, sedikitnya 52 dusun dipastikan tidak bisa mendapat pasokan listrik dari PLN karena penyebaran rumah penduduk yang sangat jauh dan terpencar-pencar.

“Pemkab terkendala dengan anggaran yang terbatas untuk program listrik masuk desa,” katanya.

Alasan utama PLN belum mengaliri listrik di 290 dusun tersebut karena pengadaan dan pemasangan tiang listrik dengan sambungan listrik ke masing-masing rumah memerlukan biaya yang cukup besar.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan listrik bisa terjawab dengan energi listrik alternatif yakni pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), tenaga surya atau teknologi lain,” katanya.

Dwi berharap ada pihak ketiga atau investor yang bekerja sama dengan Pemkab Bondowoso untuk mengaliri listrik pada ratusan dusun di Bondowoso.

Pekan lalu, PT Pembangkit Jawa-Bali (PJB) memberikan 10 unit alat pengolahan kotoran sapi untuk menjadi biogas, sehingga energi biogas bisa digunakan penerangan dan memasak.

“Dengan alat itu, warga Bondowoso bisa menghidupkan lampu pada malam hari dan energi biogas bisa digunakan menghidupkan generator dan memasak,” jelas Dwi.

Read More...

PORSI BELANJA KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2010




Read More...

PLN Alami Kerugian Besar

07 April, 2010


BONDOWOSO - Manajer UPJ PLN Bondowoso Slamet Riyadi mengaku rugi cukup besar atas terjadinya kebakaran di Pertokoan Jalan RE Martadinata. Sebab, jaringan tegangan menengah dan rendah milik PLN yang ada lokasi itu, kabelnya terputus dan terbakar.

Bahkan, beberapa buah meteran milik PLN, di sejumlah ruko juga rusak berat dan tidak bersisa sama sekali. "PLN juga mengalami kerugian akibat kebakaran tersebut," ujarnya kepada RJ.

Sebab, kata Slamet, jaringan tegangan menengah dan rendah, yang mengaliri aliran listrik di kawasan Pecinan itu rusak akibat terbakar. "Namun, kerugian yang dialami PLN belum bisa ditotal. Yang jelas, kami mengalami kerugian cukup besar," katanya.

Namun begitu, kata Slamet, meski mengalami kerugian, petugas PLN Bondowoso langsung memperbaiki kerusakan jaringan tersebut. "Kami mendatangkan alat dan kabel dari PLN Bondowoso. Usai kebakaran, petugas langsung memasang jaringan kabel," katanya.

Jika pihaknya tidak segera memperbaiki jaringan, lanjut dia, maka listrik di kawasan Pecinan tidak akan menyala. "Kami langsung berusaha secepatnya memulihkan kondisi. Sehingga listrik bisa segera menyala," katanya.

Apalagi, kata dia, Pecinan dan sekitarnya, merupakan pusat bisnis bagi warga Bondowoso. "Kalau listrik mati maka para pelaku ekonomi juga mengalami kerugian. Juga warga sekitar tidak bisa menyalakan listrik. Oleh sebab itu, PLN langsung berusaha menyalakan," katanya.

Selain itu, kebakaran pertokoan RE Martadinata, bukan berasal dari jaringan PLN. Sebab, tidak ada tanda-tanda jaringan listrik yang melewati di atas pertokoan itu yang terbakar itu. "Jaringan listrik PLN justru malah rusak berat akibat kena imbas dari toko yang terbakar," katanya.

Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada para pelanggan listrik PLN, untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan listrik. "Jika ada lampu yang tidak perlu dinyalakan, ya dimatikan saja. Itu untuk penghematan dan pengamanan," katanya. (eko)

Read More...

Buronan Pengganda Uang Dibekuk


BONDOWOSO - Pelaku penipuan dengan modus dapat menggandakan uang dengan cara mendatang uang gaib puluhan hingga ratusan juta diringkus Polsek Maesan. Dia adalah Zainul, 42, warga Dusun Petang, Desa Talang, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan Madura.

Pelaku yang merupakan buronan polisi karena kasus penipuan itu ditangkap di rumah persembunyiannya di Desa/Kecamatan Maesan kemarin. Pelaku menjadi buronan sejak korban melaporkan ke polisi pada 24 Maret lalu.

Proses penangkapan pelaku di rumah persembunyiannya tidak mengalami kesulitan. Polisi menangkap ketika pelaku santai di dalam rumahnya. Sehingga, tidak ada perlawanan dari pelaku dalam proses penangkapan yang dipimpin Kapolsek Maesan AKP Hari Subagiyo itu.

Dalam pemeriksaan sementara, pelaku telah melakukan aksi penipuan dengan modus bisa menggandakan uang puluhan hingga ratusan juta kepada delapan korban. Dari aksinya tersebut, pelaku menipu delapan korban hingga kehilangan uang mencapai Rp 8 juta. "Itu kerugian yang diderita delapan korban. Tapi, dari hasil penyelidikan masih ada korban di Pamekasan yang ditipu pelaku," kata Kabag Ops Kompol Koesno Wibowo, kemarin.

Kini pelaku diamankan di tahanan Mapolsek Maesan. Atas perbuatannya, polisi akan menjerat pelaku dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. "Pelaku kami amankan untuk memudahkan proses penyidikan lebih lanjut, karena masih banyak korban aksi penipuan yang dilakukan pelaku," tandasnya. (ido)
sumber: Jawa Pos

Read More...

Sepuluh Karyawan Balita Jaya Diperiksa


Sepuluh Karyawan Balita Jaya Diperiksa

SEMENTARA ITU, Polres Bondowoso bekerja keras mengumpulkan keterangan untuk mencari kepastian penyebab terbakarnya tujuh toko yang terdiri sepuluh rumah toko (ruko) di kawasan pertokoan pecinan Jalan Raya RE Martadinata.



Selain mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim menyelidiki TKP, penyidik polres juga sudah memeriksa sepuluh saksi terkait kasus kebakaran tujuh toko yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 6 miliar itu.

Kepastian sudah memeriksa sepuluh saksi disampaikan Wakapolres Bondowoso Kompol Akik Subki kemarin sore. Dia mengatakan, sepuluh orang saksi yang diperiksa, itu adalah karyawan Toko Balita Jaya. "Sepuluh orang saksi itu kami mintai keterangan terkait kasus kebakaran, karena mereka karyawan Toko Balita Jaya yang menjadi sumber penyebab terjadinya kebakaran," katanya.

Pemeriksaan sepuluh karyawan tersebut, tegas Kompol Akik, untuk proses penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran. Karena, dari pemeriksaan tersebut, dia berharap dapat memperoleh keterangan yang memudahkan polisi dalam menemukan penyebab terjadinya kebakaran

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran besar selama empat jam terjadi di kawasan pertokoan pecinan Jalan Raya RE Martadinata Bondowoso Sabtu (3/4) malam pukul 21.00 hingga Minggu (4/4) pukul 02.00. Tujuh toko yang terdiri dari sepuluh rumah toko (ruko) hangus dilalap api.

Sumber api berasal dari Toko Balita Jaya. Karena lambatnya petugas pemadam kebakaran (PMK) Bondowoso, mengakibatkan api merembet membakar enam toko lain yang letaknya berdekatan dengan Toko Balita Jaya. Keenam toko ini adalah Toko Efrata, Pangestu, Jaya Rental, Madu Rasa, Madiun Jaya, dan Sumber Ilmu. (ido)
sumber: Jawa Pos

Read More...

Terancam Penjara 20 Tahun


Anggota Dewan Bondowoso dan Dua Mantan Aktivis Terkait Korupsi P2SEM

JEMBER - Tiga terdakwa perkara korupsi Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) terancam hukuman berat hingga 20 tahun penjara. Tiga terdakwa tersebut adalah Khoirul Fajar, anggota DPRD Bondowoso yang mengelola dana P2SEM untuk rehabilitasi Ponpes Al Almien serta ketua dan bendahara LSM TRUST yang mengelola dana P2SEM untuk program pelatihan pupuk organik, yakni Taufik Saleh dan Ahmad Paidi.

Hal ini disampaikan Hari Wibowo, salah satu jaksa penuntut umum (JPU). Kemarin, ketiganya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jember. Meski sidang dipisah, dakwaan ketiga terdakwa sama. Ketiganya dijerat Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 56 ayat 1 KUHP. Serta didakwa subsidair Pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 atau Pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2001.

Dalam Pasal 2 ayat UU Nomor 31 Tahun 1999 disebutkan, setiap orang yang melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Termasuk denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Dalam surat dakwaannya, JPU menilai program rehabilitasi Ponpes Al Amin Desa Biting, Kecamatan Arjasa, fiktif. Pasalnya, dana P2SEM senilai Rp 200 juta yang telah dikucurkan dari APBD Jawa Timur, tidak terealisasi sebagaimana mestinya. Tidak ada pembangunan fisik apa pun di Ponpes Al Amin. "Program P2SEM tersebut fiktif," ungkapnya. Akibat perbuatan terdakwa, negara dirugikan Rp 200 juta.

Tak hanya itu, nama-nama yang masuk kepanitiaan rehabilitasi ponpes diduga juga fiktif. Termasuk tanda tangan dan stempel kepala Desa Biting, Kecamatan Arjasa.

Dalam susunan kepanitiaan rehabilitasi Ponpes Al Amin dinyatakan sebagai ketua Khairul Fajar, sekretaris Nisman, dan bendahara Hartono. Kemudian seksi humas M. Toher dan Saiful Rohman. Untuk seksi usaha Surahman dan Solihin, seksi pelaksanaan Mashuri (Ustad Bukhori) dan Sudarman.

"Susunan kepanitiaan itu palsu karena tidak ada satu pun anggota panitia yang dilibatkan dalam menyusun kepanitiaan," ujarnya. Bahkan, tanda tangan yang tertera dalam proposal diduga juga palsu karena tidak ada anggota panitia rehabilitasi ponpes Al Aliem yang membubuhkan tanda tangan.

Dikatakan, terdakwa juga dinilai telah menyalahgunakan kewenangan dengan menyetorkan dana Rp 160 juta ke Pujiarto, staf DPRD Jatim untuk diserahkan kepada pemberi rekomendasi. Sedangkan sisanya, sebesar Rp 40 juta tidak diserahkan kepada bendahara panitia rehabilitasi Ponpes Al Amien.

Bagaimana tanggapan Khairul Fajar terkait dakwaan tersebut? Usai sidang, Khairul Fajar menyatakan, semua dakwaan JPU salah. "Itu semua tidak benar," ujarnya. Dia menjelaskan, dana tersebut dipotong sebesar Rp 160 juta oleh Pujiarto dengan alasan untuk diserahkan kepada pemberi rekomendasi.

Khairul Fajar menambahkan, dana Rp 30 juta sudah diserahkan kepada pengasuh ponpes Al Amin di Desa Biting, Kecamatan Arjasa. "Yang Rp 25 juta sudah saya serahkan ke pengasuh pondok, yang Rp 5 juta untuk administrasi," ungkapnya. Untuk selengkapnya, hal itu akan disampaikannya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jember.

Sebelumnya, di ruang sidang yang sama juga digelar persidangan dengan terdakwa Taufik Saleh dan Ahmad Paidi. Kedua mantan aktivis mahasiswa itu juga didakwa sama dengan Khairul Fajar. Keduanya terseret perkara P2SEM karena tidak bisa mempertanggungjawabkan dana Rp 40 juta dari Rp 100 juta dana P2SEM yang dikelola LSM TRUST.

LSM TRUST hanya bisa mempertanggungjawabkan dana sebesar Rp 60 juta saja. Atas kenyataan itulah, keduanya didakwa Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Pasal 56 ayat 1 KUHP. Keduanya juga didakwa subsidair Pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 199 atau Pasal 9 UU Nomor 20 Tahun 2001. (aro)

Read More...

Nasib Pemilik Toko Pasca Terbakarnya Pertokoan RE Martadinata


Bisa Bernapas Lega karena Masih Punya Cabang

Terbakarnya 10 ruko di Kompleks Ruko RE Martadinata, menyisakan kepedihan tersendiri bagi pemilik toko. Kendati mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, pemilik toko berusaha tetap tegar. Beberapa pemilik toko masih punya harapan baru untuk bangkit dengan mengembangkan usaha toko lain yang masih dimiliki.




Eko Saputro, Bondowoso

---

PAGI itu banyak warga berjubel dan berkerumun melihat bekas puing-puing kebakaran pertokoan di RE Martadinata. Namun, mereka tidak bisa masuk ke dalam pertokoan karena telah terpasang police line.

Semalam suntuk, mereka menyaksikan api berkobar melalap habis pertokoan itu. "Kok bisa terjadi kebakaran. Padahal sebelumnya, Bondowoso diguyur hujan deras," ujar seorang warga saat menyaksikan kobaran api sulit dikendalikan.

Ada pula warga yang menyalahkan kekurangsigapan para personel dan mobil PMK Kabupaten Bondowoso. Mereka dianggap salah satu pihak yang ikut bertanggung jawab dengan semakin berkobarnya api. "Mereka lamban sekali menangani kebakaran. Padahal, saat itu api masih kecil. Bila ditangani secara cepat dan tepat, pasti bara api yang muncul di Toko Balita Jaya, bisa dipadamkan," keluh warga lainnya.

Begitulah suasana emosi hati warga Bondowoso saat menyaksikan kebakaran tersebut. Para pemilik toko yang menjadi korban kebakaran, rupanya pasrah dan menerima kenyataan yang ada. Meski kerugian yang dialami mencapai miliaran rupiah. "Mau diapakan lagi. Wong sudah telanjur terbakar. Ini bisa dikatakan sebagai musibah," kata Juki, 55, pemilik Toko Efrata yang menjual ponsel dan berbagai aksesori ini.

Menurut Juki, saat api membakar Toko Balita Jaya, dia dan para pegawainya tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di tokonya. "Saya sudah tidak berpikir menyelamatkan barang-barang di toko saya. Nyawa saya dan keselamatan para karyawan, lebih saya utamakan," katanya. Lebih baik keluar toko untuk menyelamatkan diri, daripada memikirkan harta benda.

Apalagi, kata Juki, saat itu tokonya sudah mau tutup karena jarum jam menunjukkan pukul 21.00. "Jam jam segitu, toko mau tutup. Tetapi, saya mendengar kabar bahwa api sudah berkobar di toko Balita Jaya, yang letaknya bersebelahan dengan toko saya," katanya.

Juki juga belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang dialaminya. "Kalau nilai kerugian belum saya hitung. Namun, kerugian di atas Rp 500 juta," katanya. Untungnya, Juki masih bisa bernapas lega lantaran dia masih punya cabang toko Efrata yang terletak di Jalan RE Martadinata.

"Masih untung, saya membuka cabang di RE Martadinata. Kira-kira, took cabang ini berdiri sebulan lalu. Sehingga, saya dan karyawan masih bisa bekerja," katanya. Cabang Toko Efrata ini, kata dia, jaraknya sekitar 500 meter dari tok Efrata yang terbakar.

Sementara itu, Puji, 55, pemilik Toko Balita Jaya mengatakan, pihaknya juga belum bisa menghitung berapa kerugian yang dialami dengan terbakarnya toko miliknya.

Hingga kemarin, dia juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang apinya berawal dari tokonya. "Saya tidak tahu persis penyebab kebakaran," katanya.

Puji menolak anggapan jika penyebab kebakaran disebabkan dari lilin yang menyala di tokonya. "Saat itu, listrik sudah menyala di toko. Saya tidak melihat ada nyala lilin. Kami dan karyawan selalu meneliti kondisi dalam toko sebelum ditutup," katanya.

Untungnya pula, Puji masih punya toko lain bernama Nurani Jaya, yang lokasinya berada di Jalan Teuku Umar, tidak jauh dari toko Balita Jaya yang terbakar. Dia pun memilih pasrah dan berusaha tetap tegar menghadapi kenyataan itu. Dikatakan Puji, dia bersama anak-anaknya tetap berjualan di Toko Nurani Jaya. (*)

Read More...